Peningkatan Partisipasi Siswa dalam Pendidikan Kewarganegaraan melalui Kegiatan Ice Breaking Berbasis Storytelling
Abstract
This study aims to describe the implementation of storytelling ice-breaking in Pancasila Education and to analyze the factors that contribute to increased student participation in Grade 8 at SMP Negeri 4 Wadaslintang. The research used a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were the Pancasila Education teacher and Grade 8 students. Data analysis involved collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results show that the application of storytelling ice breaking creates a more engaging learning atmosphere, increases students' motivation and self-confidence, and encourages them to be more active in participating in discussions. Some challenge remained, such as limited teacher creativity and a lack of support from the learning environment. The study concludes that storytelling ice-breaking can be an effective strategy to improve student participation in Pancasila Education learning, especially when implemented in a well-planned manner and adapted to student characteristics.
References
Aulia, M., Suwatno, S., & Santoso, B. (2018). Meningkatkan keterampilan komunikasi lisan melalui metode storytelling. Jurnal Manajerial, 17(1), 110-123.
Aniuranti, Asfi, M Happy Nur Tsani, and Yasinta Wulandari. 2021. “Pelatihan Penyusunan Ice Breaking Untuk Penguatan Kompetensi Calon Guru.” Absyara: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat 2(1): 85–93.
Ayuwati, Rina, Elly Hasan Sadeli, dan Nike Kurnidewi. 2021. “Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Model Cooperative Learning Tipe Student Team Achievement Division Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN 2 Mekarharja.” Prosiding Seminar Hasil PTK PPG FKIP 3(1): 435–43.
Brame, C. (2016). Active learning. Vanderbilt University Center for Teaching, 1-6.
Ke, F., Xie, K., & Xie, Y. (2016). Game‐based learning engagement: A theory‐and data‐driven exploration. British Journal of Educational Technology, 47(6), 1183-1201.
Kolb, D. A. (2014). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. FT press.
Maknun, L. L., & Adelia, F. (2023). Penerapan metode storytelling dalam pembelajaran di Mi/SD. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 3(1), 34-41.
Pratiwi, R. R. (2016). Penerapan metode storytelling untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas II SDN S4 Bandung. Jurnal pendidikan guru sekolah dasar, 1(1), 199-207.
Priyanto, Eko, dan Nadarajan A/L Thambu. 2022. “Pembangunan Nilai Moral Dan Karakter Mahasiswa Melalui Penerapan Model Project Citizen Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.” Khazanah Pendidikan 16(1): 173.
Rusiyono, R., & Apriani, A. N. (2020). Pengaruh metode storytelling terhadap penanaman karakter nasionalisme pada siswa SD. LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan), 11(1), 11-19.
Syamsuardi, S., Musi, M. A., Manggau, A., & Noviani, N. (2022). Metode storytelling dengan musik instrumental untuk meningkatkan kemampuan menyimak dan berbicara anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 163-172.
Vaughn, M. (2020). What is student agency and why is it needed now more than ever?. Theory Into Practice, 59(2), 109-118.
Wati, R. K., & Priyanto, E. (2025). Peran Guru Pendidikan Pancasila melalui Keteladanan dalam Membentuk Karakter Kedisiplinan Peserta Didik Kelas 9 SMP Negeri 2 Purbalingga. PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(1), 1-13.
Yulianti, D. 2009. “Analisis Penggunaan Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Dasar.” Journal information 10(3): 1–16.
Zahro, Nur Azizah Qodiriyah, and Adi Rizky Pratama. 2023. “Penggunaan Media Pembelajaran Wordwall Untuk Meningkatkan Minat Dan Motivasi Belajar Siswa.” Abdima 2(2)
