Peran Pendidikan Pancasila Dalam Penguatan Etika Digital dan Tanggung Jawab Siswa di Media Sosial Tiktok
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Pancasila dalam penguatan etika digital dan karakter tanggung jawab siswa pengguna media sosial TikTok. Urgensi penelitian ini didasari oleh masifnya penggunaan TikTok di kalangan remaja yang mencapai 222,5 juta pengguna di Indonesia, namun belum diimbangi dengan watak kewarganegaraan digital yang memadai sehingga memicu krisis moral di ruang siber. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila, guru bimbingan konseling, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan bantuan perangkat lunak NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Pendidikan Pancasila melalui strategi guru dilakukan secara kontekstual dengan mengintegrasikan fenomena viral sebagai bahan refleksi moral. Aktualisasi tanggung jawab siswa terlihat pada upaya menghindari pelanggaran norma, namun perilaku tersebut masih bersifat reaktif akibat pengawasan eksternal daripada kesadaran mandiri. Hambatan utama mencakup alokasi waktu pembelajaran yang terbatas serta pengaruh algoritma platform yang mendorong perilaku impulsif. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun civic knowledge siswa sudah memadai, pembentukan civic disposition atau watak kewarganegaraan digital belum sepenuhnya kokoh dan konsisten.
Kata kunci : nilai pancasila, etika digital, karakter tanggung jawab, TikTok
