Prasangka Terhadap Etnis Tionghoa di Pariaman

  • Putri Novita Sari Universitas Negeri Padang
  • Susi Fitria Dewi Universitas Negeri Padang
Keywords: Pariaman, prasangka, etnis Tionghoa

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bentuk prasangka dan sebab prasangka masyarakat Pariaman terhadap enis Tionghoa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif historis dengan informan 15 saksi hidup masa etnis Tionghoa di Pariaman yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara dan studi kepustakaan dengan langkah-langkah pengelolahan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan ada tiga bentuk prasangka masyarakat Pariaman adalah stereotip terhadap etnis Tionghoa sebagai pengkhianat bangsa, stereotip sebagai etnis yang culas, pelit dan tamak dalam perdagangan (ekonomi). Sedangkan penyebab prasangka masyarakat Pariaman terhadap etnis Tionghoa diantaranya pengkhianatan pada kependudukan Jepang, persaingan ekonomi dan perbedaan agama serta sosialkulturnya. Apabila seseorang memiliki prasangka terhadap suku, etnis dan agama tertentu maka tidak akan tercipta komunikasi lintas budaya yang efektif. Mengatasi hal tersebut beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh suatu masyarakat untuk meminimalisir prasangka terhadap kelompok masyarakat yang berbeda suku, etnik dan agama adalah dengan tidak menilai seseorang berdasarkan prasangka yang dimilkinya, menciptakan komunikasi antar budaya yang efektif dan keterbukaan dalam menerima perbedaan.

References

Ahmadi, Abu. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: RINEKA CIPTA.
Dantes, I Nyoman. 2012. Metode Penelitian. Jakarta: Andi OFFSET.
Liliweri, Alo. 2005. Prasangka dan Konflik. Yogyakarta: LkiS
Tanjung, Armaidi.2006. Kota Pariaman Dulu, Kini Masa Depan. Pariaman: Bappeda Pariaman
Alfarabi. 2010. ―Wacana dan Stigma Etnis Tionghoa Di Indonesa‖. Jurnal An-Nida, 3 (1).
Burhan, Sani. 2013. Prasangka Terhadap Etnis Tionghoa di Kota Medan: Peran Identitas Nasional dan Persepsi Ancaman‖. Jurnal Psikologia, 8 (1), 25-33.
Darwis. 2013. Harmoni dan Disharmoni Sosial Etnis di Perkotaan (Studi Hubungan Sosial Etnis Makasar dengan Etnis Tionghoa di Kota Makassar) ‖. Jurnal socius, 16 (1).
Gazali, dkk. 2016. Stereotip Antara Etnis Tionghoa dan Etnis Jawa Pada Siswa SMA Santa Theresia‖. Jurnal At-Turas, 5(1).
Juditha, Chiristiany. 2015. ―Stereotip dan Prasangka dalam Konflik Etnis Tionghoa dan Bugis Makasar‖. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12 (1), 87-104.
Khoiri, M., & Irwan, I. (2020). Nasionalisme Masyarakat di Perbatasan Indonesia-Singapura: Studi Kasus Masyarakat Tionghoa-Batam. Journal of Moral and Civic Education, 4(1), 11-18.
Murdianto. 2018. ―Stereotipe, Prasangka dan Resistensinya ( Studi Kasus pada Etnis Madura dan Tionghoa di Indonesia‖. Jurnal Qalamuna, 10 (2).
Sodiq, Jayusman, Rahayu. 2016. ―Konflik Cina- Jawa di Kota Pekalongan Tahun 1995‖. Journal of Indonesian History, 5 (1).
Sumardiati, dkk. 2015. ―Kerusuhan Pasar Glodok: Studi Kasus Etnis Tionghoa di Kelurahan Glodok Kecamatan Taman Sari Jakarta Barat. Jurnal Publika Budaya, 1 (3), 10-19.
Badan Pusat Statistik (BPS). 2010. Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 tentang Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia.
Published
2020-06-19
How to Cite
Sari, P., & Dewi, S. (2020). Prasangka Terhadap Etnis Tionghoa di Pariaman. Journal of Civic Education, 3(2), 165-171. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/jce.v3i2.186
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)