Fenomena Pernikahan Usia Anak di Pesisir Selatan

  • Afrina Yanti Universitas Negeri Padang
  • Fatmariza Fatmariza Universitas Negeri Padang
Keywords: pernikahan, pernikahan anak, fenomena

Abstract

Pernikahan anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran konstitusi. Namun pada budaya tertentu Pernikahan anak dianggap sebagai suatu kelaziman. Artikel ini bertujuan untuk mengelaborasi bagaimana fenomena pernikahan anak dalam tepatnya di kampung Akad Kenagarian Padang XI Punggasan Kab. Pesisir Selatan. Untuk itu penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data didapat dari sumber data primer dan data sekunder dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan informan penelitian. Informan penelitian terdiri dari kepala KUA, wali nagari, wali kampung, petua adat, tokoh agama, guru, pasangan yang menikah pada usia anak, orang tua pasangan yang menikah pada usia anak, dan masyarakat dikampung Akad. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pernikahan anak dipengaruhi oleh faktor pendidikan orang tua, faktor kemiskinan/ekonomi, faktor tradisi/ sosial budaya, dan faktor pergaulan bebas.Sedangkan dampak dari Pernikahan anak dalam perspektif sosial budaya ini dapat dilihat dari segi keluarga, segi ekonomi, dan segi lingkungan sosial.Pernikahan anak dikampung Akad kenagarian Padang XI Punggasan terus terjadi dan belum bisa dihilangkan, walaupun sudah ada sosialisasi dari lembaga pemerintah. Kesimpulan pernikahan anak dikampung Akad menunjukan bahwa pernikahan anak masih banyak terjadi, hal ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mendukung terjadinya pernikahan anak dikampung Akad. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor pendidikan orang tua dan tradisi/budaya menjadi faktor utama terjadinya pernikahan anak di kampung Akad. Sedangkan dampak dari pernikahan anak dikampung Akad rata-rata sudah bercerai dan tidak harmonis.

References

Aprianti, A., Shaluhiyah, Z., Suryoputro, A., & Indraswari, R. (2018). Fenomena Pernikahan Dini Membuat Orang Tua dan Remaja Tidak Takut Mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 13(1), 61-73.
Djamilah, D., & Kartikawati, R. (2014). Dampak Perkawinan Anak di Indonesia. Jurnal Studi Pemuda, 3(1), 1-16.
Kartasapoetra, dan Kreimers. (1987). Sosiologi Umum. Jakarta: Bina
Reskia, S., & Herlina, Z. (2014). Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa di SDN Inpres 1 Birobuli. Jurnal Dikdas, 2(2).
Siregar, N. S. S. (2017). Persepsi Orang Tua terhadap Pentingnya Pendidikan bagi Anak. JPPUMA Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 1(1), 11-27..
Sjafari, Agus. (2014). Kemiskinan Dan Pemberdayaan Kelompok. Yogyakarta: Graha Ilmu
Sobarsa. (2015). Mengembangkan Budaya Membangun Ekonomi Rakyat. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Sudibyo, lies. (2013). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Yogyakarta: CV Andi Offset
Suhaida, S., Hos, H. J., & Upe, A. (2018). Pergaulan Bebas Di Kalangan Pelajar (Studi Kasus Di Desa Masaloka Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bomabana). Jurnal Neo Societal, 3(2).
Suryosubroto. (2010). Beberapa aspek dasar-dasar kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Salmah, S. (2017). Pernikahan Dini Ditinjau Dari Sudut Pandang Sosial Dan Pendidikan. Al-Hiwar: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah, 4(6).
Walgito, Bimo. (2002). Bimbingan Konseling Perkawinan. Yogyakarta: Andi.
Wulandari, S. S. (2014). Pengaruh status ekonomi keluarga terhadap motif menikah dini di perdesaan. Jurnal Sosiologi, 2(1), 53-62.
Published
2019-09-02
How to Cite
Yanti, A., & Fatmariza, F. (2019). Fenomena Pernikahan Usia Anak di Pesisir Selatan. Journal of Civic Education, 2(3), 302-312. https://doi.org/10.24036/jce.v2i4.226

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>