Tradisi Malakok dan Implikasinya terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Tambun Ijuak Kecamatan Payakumbuh Kabupaten 50 Kota

  • Zahratul Atikah Universitas Negeri Padang
  • Nurman Nurman Universitas Negeri Padang
  • Isnarmi Isnarmi Universitas Negeri Padang
Keywords: Malakok, tradisi, Payakumbuh

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Tambun Ijuak yang merupakan salah satu daerah yang beda di Kecamatan Payakumbuh karena banyak para pendatang atau kaum yang akan Malakok baik itu secara perorangan ataupun kelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian adalah di Tambun Ijuak Kecamatan Payakumbuh. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah wawancara, observasi langsung dan studi documenter. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, pra prosedur Malakok menjelaskan bahwa adanya beberapa prosedur yang harus dilaksanakan oleh  kaum pendatang sebelum melaksanakan prosedur Malakok. Kedua, prosedur tradisi Malakok yaitu adanya syarat yg harus dipenuhi diantaranya ~carano diisi siriah langkok ,beberapa bisa diuangkan ataupun emas,persembahan kerbau atau kambing yang sudah layak dikorbankan untuk upacara pemberian suku, setelah itu adanya syarat lain yang harus dilaksanakan seperti pihak-pihak yang menerima Malakok tersebut persetujuan dari wali nagari setempat,adanya kaum penerima dan kaum pendatang dan panghulu disetiap suku dan setelah melaksanakan prosedur Malakok dapat melaksanakan penandatanganan berkas dan serah terima kepada masyarakat dan keluarga yang di lakok-kan. Ketiga, implikasi terhadap masyarakat lokal Tambun Ijuak yaitu adanya struktur sosial yang baru didalam kehidupan sosial masyarakat, bertambahnya jumlah penduduk, terjalinnya komunikasi dan ikatan silaturrahmi yang baru. Sedangkan implikasi Malakok terhadap masyarakat pendatang di Tambun Ijuak yaitu masyarakat pendatang lebih bisa berinteraksi dengan baik dengan masyarakat local. Masyarakat pendatang dapat membangun relasi yang baik dengan masyarakat lokal baik itu dalam bidang pekerjaan dan hal penting lainnya, serta adanya sikap integritas yang baik antara masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal.

References

Lexy J. Moleong. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosadakarya
Amir. 2011. Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang. Jakarta: Citra Harta Prima
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kualitatif.Bandung: Alfa Beta
Syafyahya, Leni dkk. 2006. Kata Sapaan Bahasa Minangkabau di Kabupaten Agam
Eriyanti, Fitri. 2009. “Malakok: Suatu Mekanisme Pendamai Ala Minangkabau”. Dalam Jurnal Demokrasi Vol VI No 2 Tahun 2007.
Arifn Zainal. 2011. Adat Kesepakatan Dan Politik Adat Orang Minangkabau
Eriyanti Fitri. 2013. “Aspek Sosio-Budaya : Kebijakan Pemerintah, Dan Mentalitas Yang Berpengaruh Terhadap Integrasi Sosial Dalam Masyarakat Sumatera Barat”. Dalam Jurnal Integrasi dan Sosial Masyarakat Voll XII No.1 Th. 2013.
Eriyanti, Fitri. 2016. "Malakok": Multikultural Consepts Based On Local Wisdom In Minangkabau Community.
Hafizah, 2017. “Malakok Sebagai Syarat Adat“ Jurnal Kepemimpinan Dan Pengrusan Sekolah Vol.2 No. 2 Th. 2017
Published
2020-01-21
How to Cite
Atikah, Z., Nurman, N., & Isnarmi, I. (2020). Tradisi Malakok dan Implikasinya terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Tambun Ijuak Kecamatan Payakumbuh Kabupaten 50 Kota. Journal of Civic Education, 2(5), 446-458. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/jce.v2i5.287
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>