Tawuran Remaja di Nagari Surantih dan Rawang Gunung Malelo Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan

  • Gebri Jasman Universitas Negeri Paang
  • Susi Fitria Dewi Universitas Negeri Padang
Keywords: Tawuran, Geng Remaja, Surantih, Pesisir Selatan

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan 3 hal yang meliputi fenomena tawuran antar geng remaja, faktor penyebab tawuran tawuran antar geng remaja, dan upaya penanggulangan tawuran antar geng remaja oleh Wali Nagari dan tokoh masyarakat. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mewawancarai 11 orang informan yaitu 4 anggota geng remaja, Bhabinkamtibmas Polsek Sutera, Wali Nagari Surantih, Wali Nagari Rawang Gunung Malelo dan 4 Tokoh masyarakat, observasi selama lebih kurang 1 bulan dan 2 dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tawuran antar geng remaja di kedua Nagari mengakibatkan kerugian materil seperti kerusakan motor pelaku tawuran dan membuat kekacauan di acara-acara keramaian. Kerugian imateril seperti lebam, luka-luka dan psikologi remaja yang rusak seperti membentuk kepribadian yang selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Faktor penyebab tawuran antar geng remaja meliputi faktor internal yaitu, prilaku agresif antar geng remaja dan rasa solidaritas yang mengikat karena rasa simpati dan empati diantara anggota geng remaja saat menghadapi musuh bersama. Faktor eksternal yaitu, lemahnya kontrol orang tua terhadap anak remajanya dan tidak adanya sanksi yang tegas terhadap gelaran orgen sampai larut malam. Upaya penanggulangan tawuran melalui musyawarah yang difasilitasi oleh Wali Nagari yang terlibat tawuran agar bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan akan tetapi bila satu pihak tidak mau berdamai maka akan dilanjutkan dengan proses hukum melalui aduan kepihak kepolisian.

References

Amin, M. S. (2015). Analisis Sosiologis Perkelahian Antar Geng Motor di Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur. Sosiologi, 1(3), 28–40.
Anjari, W. (2012). Tawuran pelajar dalam perspektif kriminologis, hukum pidana, dan pendidikan. Kriminologi Dan Hukum Pidana, 3(01), 34–40.
Aprilia, N. (2014). Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Tawuran pada Remaja Laki-laki yang Pernah Terlibat Tawuran di SMK ’ B ’ Jakarta. Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan, 3(01), 1–11.
Astuti, A. D. (2017). Fenomena Geng Pada Remaja Usia Sekolah Menengah Pertama dan Faktor yang Mempengaruhi. Bimbingan Dan Konseling, 1(1), 9–18.
Dewi, S. F. (2017). Sosiologi Politik. Yogyakarta: Gre Publishing.
Eri, B. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Padang: Sukabina Press.
Fauziyyah, A., Kirana, M. C., & Sari, P. P. (2016). Upaya Penegakan Hukum Terhadap Fenomena Tawuran Pelajar di Kota Magelang Jawa Tengah. Ilmu Administrasi Negara, 2(01), 1–7.
Gaspar, D. (2018). Analisis Faktor-faktor Penyebab Konflik Pemuda Flores di Desa Olung dan Desa Kayungo Sari Kecamatan Long Ikis Kabupaten Paser. Sosiatri-Sosiologi, 6(1), 31–45.
Khair, U. (2019). Intensi Perilaku Tawuran Ditinjau Dari Theory of Planned Behavior. Sosiologi, 1(1).
Muri, Y. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Rahmania, A. M. (2012). Hubungan antara Persepsi Terhadap Kontrol Orangtua dengan Kecenderungan Perilaku Delinkuensi pada Remaja yang pernah Terlibat Tawuran. Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan, 1(03), 1–7.
Rogi, B. A. (2015). Peranan Komunikasi Keluarga Dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja di Kelurahan Tataaran 1Kecamatan Tondano Selatan. Acta Diurna, 4(4).
Published
2019-01-25
How to Cite
Jasman, G., & Dewi, S. (2019). Tawuran Remaja di Nagari Surantih dan Rawang Gunung Malelo Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. Journal of Civic Education, 1(4), 429-437. https://doi.org/10.24036/jce.v1i4.348
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)