Persepsi Masyarakat Nagari Batu Bajanjang Terhadap Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Gunung Talang

  • Nia Cahya Ningsih Universitas negeri Padang
  • Nurman Nurman Universitas Negeri Padang
Keywords: persepsi, pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), masyarakat

Abstract

Dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional pemerintah Indonesia terus mengusahakan pembangunan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada salah satunya panas bumi. Pembangunan merupakan proses multidimensi dalam perubahan-perubahan seperti struktur sosial, sikap rakyat dan lembaga-lembaga nasional. Oleh karena itu dalam penelitian ini penulis akan meneliti tentang persepsi masyarakat terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Talang di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Alasan penulis mengambil topik ini karena di nagari tersebut akan dibangun PLTP. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan metode deskriptif. Purposive sampling digunakan sebagai teknik dalam penentuan informan penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini digunakan teknik Miles dan Hurben (1984) dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa.rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Talang yang akan dilakukan oleh PT Hitay Daya Energi menimbulkan berbagai pandangan atau persepsi dari masyarakat Nagari Batu Bajanjang sehingga terdapat dua kelompok persepsi masyarakat yaitu menerima (setuju) dan menolak (tidak setuju), persepsi masyarakat ini dipengaruhi oleh pemahaman masyarakat terhadap PLTP dan dampak yang ditimbulkan (dampak sosial, ekonomi dan lingkungan). Selain itu untuk meningkatkan pemahan masyarakat pemerintah dan PT melakukan sosialisasi kepada masyarakat namun tidak berjalan optimal.

References

Abdullah N.N dan Kharisma N. (2018). Pengaruh Sosialisasi Terhadap Pengetahuan Pelajar Mengenai Hoax. Channel, 6(1):106-119

Alpriandi. dkk. (2019). Dampak Pembangunan Waduk Kuwil Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Sekitar Pembangunan Waduk Kuwil Desa Kawang-Koan Kabupaten Minahasa Utara. AGRIRUD, 1(1): 20-30

Ardhana, IPG. (2009). Sinkronisasi Kegiatan Pertambangan Pada Kawasan Hutan. Jurnal Bumi Lestari, 9( 2): 288 – 299

Agustina I.F dan Ricka O. (2016). Analisis Dampak Sosial dan Ekonomi Kebijakan Pengembangan Kawasan Mix Use di Kecamatan Jabon. JKMP, 4(2):117-234

Budianta, A. (2010). Pengembangan wilayah perbatasan sebagai upaya pemerataan pembangunan wilayah di Indonesia. Jurnal SMARTek, 8(1): 72-82

Djumaty, B. L. (2015). Dari “ya” menjadi “tidak” studi tentang persepsi dan sikap masyarakat Desa Idamdehe terhadap rencana pembangunan PLTP di Idamdehe dan Idamdehe Gamsungi.KRITIS, Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin, XXIV(1): 21-39

Hadi, E. S. dan Eka, V. P (2019). Resistensi masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) di Gunung Talang Kabupaten Solok. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, 2(3): 236-244

Kuntyassari, A. A. dan Agustin, H. (2014). Hubungan antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan radio jaringan cipta prima pariwara radionet Semarang. Proyeksi, 9(2): 49-60

Laksana, N. S. (2013). Bentuk-bentuk Partisipasi Masyarakat Desa dalam Program Desa Siaga di Desa Bandung Kecamatan playen Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kebijakan dan manajemen public, 1(1):56-67

Listyana, R. dan Yudi, H. (2015). Persepsi dan sikap masyarakat terhadap penanggalan Jawa dalam penentuan waktu pernikahan (studi kasus Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan tahun 2013). Jurnal Agastya, 5(1): 118-138

Mangensiga,F. dkk. (2020). Investigasi sebaran lumpur panas menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Dipol-Dipol di Desa Karumenga sebagai mitigasi bencana alam. JURNAL MIPA, 9(1): 14-17

Mary, R.T. dkk.(2017). Panas Bumi Sebagai Harta Karun Untuk Menuju Ketahanan Energi.Jurnal Ketahanan Nasional, 23(2): 217-237

Meilani, H. dan Dewi, W. (2010). Potensi panas bumi sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil untuk pembangkit tenaga listrik di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 1(1): 47-74

Moleong, Lexy J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Prasojo R.A dan Luluk F. (2015). Peran Pemerintah-Masyarakat dalam Pembangunan Desa Sedatigede Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. JKMP, 3(1): 49-64

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Supyana, R. H. (2016). Persepsi masyarakat terhadap pembangunan PLTU di Desa Ujung Negoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang (kajian tingkat pendidikan).Jurnal Geografi, 13(2): 151-224

Utari, L. R. dkk. (2019). Pengembangan petunjuk praktikum pada mata kuliah perlakuan panas di program studi pendidikan teknik mesin Universitas Sriwijaya. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, 6(1): 68-77

Published
2020-09-06
How to Cite
Ningsih, N., & Nurman, N. (2020). Persepsi Masyarakat Nagari Batu Bajanjang Terhadap Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Gunung Talang. Journal of Civic Education, 3(3), 320-330. https://doi.org/10.24036/jce.v3i4.376

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>