Model Pengembangan Objek Wisata Pantai Kito di Pasar Lama Muara Air Haji Pesisir Selatan

  • Astri Suci Pratama Universitas Negeri Padang
  • Ideal Putra Universitas Negeri Padang
Keywords: pariwisata, model green tourism, model CBT, model pentahelix

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alternatif model dalam pengembangan objek wisata Pantai Kito di Kenagarian Pasar Lama Muara Air Haji sebagai destinasi tujuan wisata pilihan pengunjung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan penelitian dipilih dengan metode purposive sampling. Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi, kemudian dianalisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan panarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga jenis model yang dapat diterapkan dalam pengembangan objek wisata Pantai Kito di Kenagarian Pasar Lama Muara Air Haji yaitu model Community Based Tourism (CBT), model Green Tourism, dan model Pentahelix. Ketiga model ini telah dapat terlaksana namun masih belum maksimal. Dari ketiga model ini yang lebih cenderung dan lebih tepat digunakan adalah model CBT. Pengembangan objek wisata Pantai Kito menghadapi kendala diantaranya sarana dan prasarana yang masih terbatas, status kepemilikan lahan objek wisata, minimnya pendanaan, kurangnya Sumber Daya Manusia, dan kurangnya peranan Pemerintahan Nagari dalam pengembangan objek wisata Pantai Kito. Untuk mengatasi kendala tersebut, maka upaya harus dilakukan yaitu: meningkatkan promosi objek wisata Pantai Kito, meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana, meningkatkan sumber daya manusia, meningkatkan potensi objek wisata, menarik investor, dan mengikutsertakan Pemerintahan Nagari dalam Pengembangan objek wisata Pantai Kito.

References

A.J, Mulyadi. 2012. Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: Raja Grafindo
Ali Hasan. 2014. Green Tourism Pariwisata. Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA, Yogyakarta. Jurnal Media Wisata Vol. 12 No.1
Dian Permana, dkk. 2013. Pengaruh Diferensiasi Green Tourim Terhadap Kepuasan Pengunjung di Pulau Sikuai. Tourism and Hospitality Essentials Journal, Vol. 3 No. 1, Hal. 437-450
Muhammad Arif.2017. Strategi Pengembangan Objek Wisata Pantai Sumedang Di Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Kepemimpinan Dan Pengurusan Sekolah Vol.2 No. 2, Hal. 191-200
Noor Rochman. 2016. Model Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Equilibria Pendidikan Volume 1, Nomor 1
Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor 2 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Pesisir Selatan 2015-2025
Soemaryani. 2016. Pentahelix Model To Increase Tourist Visit To Bandung And Huan Resource Development. Academy Of Strategic Management Journal, Vol. 15 No. 3
Soekartawi. 2005. Agroindustri: Dalam Perspektif Sosial Ekonomi. Jakarta: PT. Grafindo Persada
Sunaryo, Bambang, 2013. Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasinya Indonesia. Yogyakarta: Gava Media
Riki Ruspianda. 2019. Program Pengembangan Kawasan Pariwisata Pantai Purus Kota Padang. JPS Volume 1, Nomor 1, Februari
Rulyanti Susi Wardhani. 2016. Green Tourism Dalam Pengembangan Pariwisata Bangka Belitung. Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC, Jakarta
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Published
2021-03-28
How to Cite
Pratama, A., & Putra, I. (2021). Model Pengembangan Objek Wisata Pantai Kito di Pasar Lama Muara Air Haji Pesisir Selatan. Journal of Civic Education, 4(1), 47-56. https://doi.org/10.24036/jce.v4i1.455